SURAKARTA,BIZZNETLINK.COM - Kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Boyolali memberikan kesaksian publik yang cukup mencengangkan.Kepada media kader militan ini mengaku merasa kena 'kibul' oleh anggota DPR RI Mohammad Hatta yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah 5 yang meliputi Klaten, Surakarta, Sukoharjo dan Boyolali.Kamis (23/4/2026).
Para kader itu antara lain Yamto (Caleg DPRD Boyolali), Agus Purwanto (Ketua Bappilu DPD PAN Boyolali), Atik Rahmawati (Caleg DPRD Boyolali), dan Sendi Rahma Utavi (Caleg DPRD Boyolali).
Pengakuan mengejutkan itu disampaikan dalam Jumpa Pers di sela sela acara Potcas bertemakan "Ngaji Roso" bersama media di Solo Baru.
Yamto bersama kader lainya mengaku mempertanyakan atas dugaan penyelewengan dana kampanye Pemilu 2024 oleh anggota DPR RI Mohamad Hatta.
Sebelumnya dibulan Januari 2026 kader PAN ini juga sudah mendatangi kantor DPP PAN guna memperjuangkan hak yang belum diterima sampai hari ini. Sebelumnya mereka juga sudah bersurat ke DPW PAN Jawa Tengah dan juga bertemu dengan Muhammad Hatta.Di kantor DPP PAN mereka tidak mendapatkan jawaban yang jelas.
Dalam penjelasannya, Yamto dkk sangat membutuhkan ketegasan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil dan tuntas.
Yamto, tokoh masyarakat yang dulu terus dibujuk agar berjuang memenangkan Muhammad Hatta merasa paling kecewa.
“Saya dilamar oleh Mohammad Hatta yang berjanji akan membiayai pertarungan di Boyolali termasuk uang saksi dan serangan fajar. Tapi janji itu sampai sekarang belum dipenuhi, malah nomor ponsel saya ikut diblokir,” tegas Yamto.
Hal itu diungkapkan Yamto dalam acara Potcas bersama media bertajuk “Ngaji Roso, Menagih Janji", Yamto dkk juga menunggu Ketegasan Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum DPP PAN.
Yamto mengatakan, ia dan rekan-rekannya sesama caleg yang dikecewakan telah melakukan upaya kekeluargaan dengan mendatangi secara langsung Mohammad Hatta yang telah terpilih sebagai anggota DPR RI. Sayangnya, upaya tersebut kembali gagal.
“Padahal kami menyaksikan secara langsung ada uang dalam empat plastik kresek yang diserahkan Pak Zulhas kepada Mohammad Hatta di Jakarta. Uang itu seharusnya digunakan untuk kepentingan kampanye dan uang saksi di TPS,” ungkap Yamto.
Keterangan Yamto juga diperkuat Agus Purwanto yang juga menyaksikan secara langsung penyerahan uang dalam empat kantong kresek tersebut. “Waktu itu Pak Zulhas bilang, ‘Oke saya bantu Rp1 miliar,’ maka kami menduga total uang dalam kresek itu berjumlah Rp.1 miliar,” ungkap Agus.
Agus menambahkan, seharusnya uang dalam kresek itu dibuka oleh Mohammad Hatta dan dibagikan secara proporsional kepada seluruh caleg. Tapi faktanya sampai sekarang uang itu tidak jelas nasibnya,” katanya.
Namun dalam pertemuan itu, Mohammad Hatta dengan enteng menjawab akan memberikan uang Rp100 juta kepada seluruh caleg PAN di Boyolali yang berjumlah 41 orang. “Pak Hatta waktu itu bilang gampang kalau soal urusan itu, nanti saya kasih Rp.100 juta per caleg,” ujarnya menirukan ucapan Hatta. Namun faktanya, janji itu hingga kini tidak pernah ditepati.(HERKY)
Tags
Daerah