Polres Kudus Resmi Memulai Pengamanan Arus Mudik Dan Balik Lebaran Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026

KUDUS,BIZZNETLINK.COM - Polres Kudus, Polda Jawa Tengah resmi memulai pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (12/3/2026).
Sebanyak 384 personel Polri-TNI dan instansi terkait disiagakan untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik di wilayah Kabupaten Kudus.
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, didampingi Kapolres AKBP Heru Dwi Purnomo, serta Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus
Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie. 
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana sebelum operasi dimulai.
“Apel ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan sarana prasarana dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah agar berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Sam'ani.
Ia menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13-25 Maret 2026.
Secara nasional operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan dari TNI/Polri, dan instansi terkait.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. 
Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas maupun gangguan keamanan selama masa mudik dan balik Lebaran.
Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, dalam Operasi Ketupat Candi 2026 pihaknya mengerahkan 240 personel Polri yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kudus.
“Polres Kudus menerjunkan 240 personel untuk pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026. Selain itu kami juga menyiapkan satu pos pengamanan di Kerawang, satu pos pelayan di Terminal Induk Kudus dan satu pos terpadu di alun-alun simpang tujuh kudus guna memberikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran,” jelas AKBP Heru.
Kapolres menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus lalu lintas, tetapi juga pada berbagai objek vital seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, hingga terminal. 

"Pengamanan juga dilakukan pada acara tradisi pasca lebaran seperti tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, tradisi Sewu Kupat di Colo, 
Syawalan Sendang Jodo di Purworejo dan tradisi Lomban di Kesambi," imbuhnya. 

Operasi pengamanan tersebut juga melibatkan berbagai unsur lintas sektoral, antara lain jajaran Kodim 0722/Kudus, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, PMI, Damkar, relawan hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras hasil penindakan aparat kepolisian selama beberapa waktu terakhir.

Kapolres Kudus merinci bahwa terdapat sedikitnya 4.268 botol miras dari berbagai merek serta jenis arak (putihan) yang dihancurkan. Berdasarkan data kepolisian, peredaran miras ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa hingga tingkat pelajar.

Proses pemusnahan tersebut dilakukan dengan melindas ribuan botol menggunakan alat berat.

“Langkah tegas ini merupakan upaya preventif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan, seperti aksi tawuran, kasus pembunuhan, maupun tindak kriminalitas lainnya yang seringkali dipicu oleh pengaruh alkohol,” tegas AKBP Heru.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyayangkan masih maraknya peredaran miras di wilayahnya. Ia menekankan bahwa keberadaan minuman beralkohol sangat bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kudus yang mengusung kebijakan nol persen alkohol.

Selain merusak kesehatan fisik, miras dianggap sebagai pemicu ketidaktertiban sosial.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian atas kerja kerasnya menjaga marwah “Kota Kretek” agar tetap aman.

Pemerintah daerah bersama jajaran terkait berjanji akan terus melakukan razia rutin hingga Kudus benar-benar bersih dari peredaran alkohol.(YONO/EKO)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak