Banjir Di Gabus Pati Polsek Lakukan Pemantauan Dan Siaga

PATI,BIZZNETLINK.COM — Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Minggu (1/2/2026) sore. Luapan Sungai Godo, Sungai Gono, dan Sungai Silugonggo akibat hujan berintensitas tinggi menyebabkan dua desa terdampak dengan ratusan warga terimbas.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gabus AKP Daffid Paradhi mengatakan, hasil pantauan di lapangan sejak pukul 15.00 WIB menunjukkan banjir menggenangi permukiman dan lahan pertanian di Desa Mintobasuki dan Desa Babalan. Meski begitu, hingga kini tidak ada laporan tanah longsor di wilayah tersebut.
Di Desa Mintobasuki, banjir merendam satu titik jalan desa di Dukuh Jrakah sepanjang sekitar 100 meter dengan kedalaman air 0 hingga 15 sentimeter. Sebanyak 51 rumah terdampak dengan 86 kepala keluarga atau 141 jiwa ikut terimbas, terdiri dari 50 laki-laki dewasa, 74 perempuan dewasa, dan 17 anak-anak.
“Warga di Mintobasuki masih bertahan di rumah masing-masing karena genangan relatif masih bisa ditoleransi, meski aktivitas warga dan pertanian cukup terganggu,” kata AKP Daffid.

Selain permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian warga. Di desa ini, tanaman padi tua seluas sekitar 55 hektare tergenang air dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp 515 juta.

Sementara di Desa Babalan, genangan air meliputi 38 rumah dengan ketinggian air antara 0 hingga 20 sentimeter. Tercatat 79 kepala keluarga atau 116 jiwa terdampak, terdiri dari 42 laki-laki dewasa, 60 perempuan dewasa, dan 14 anak-anak.

AKP Daffid menjelaskan, kondisi di Babalan relatif lebih baik karena debit air mulai menurun. “Curah hujan sudah berkurang sehingga aliran Sungai Silugonggo berangsur surut, namun kami tetap siaga karena potensi luapan masih ada,” ujarnya.

Di Babalan, lahan padi tua seluas sekitar 90 hektare ikut tergenang dengan taksiran kerugian mencapai Rp 1,2 miliar. Meski demikian, hingga kini belum ada warga yang mengungsi.

Secara akumulatif, banjir di Kecamatan Gabus berdampak pada 89 rumah di dua desa dengan total 165 kepala keluarga atau 257 jiwa terdampak. Genangan air juga menutup dua titik jalan desa dengan kedalaman 0 hingga 20 sentimeter.

“Total kerugian materiil sementara kami perkirakan mencapai Rp 1,815 miliar, terutama dari rusaknya tanaman padi seluas sekitar 240 hektare,” jelas AKP Daffid.

Pihak kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan siaga di lapangan. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air dari Sungai Silugonggo, Sungai Godo, dan Sungai Gono, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.(EKO/HMS)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak