SOLO,BIZZNETLINK.COM – Pemerintah daerah Solo telah mengecek kesiapan sekolah untuk melakukan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dari hasil kesiapan sekolah untuk melakukan PTM, terdapat 23 Sekolah Menengah Pertama yang memenuhi syarat kesiapan.
Lantas, siapa
sajakah ke-23 SMP yang bakal menggelar pembelajaran tatap muka? Adakah sekolah
kamu? Berikut daftarnya: SMP Al Azhar Syifa Budi, MTsN 1, SMPN 4, SMPN 10, SMPN
15, SMPN 27, SMPN 7, 25 SMPN, SMPN 26, SMPN 6, SMPN 21, SMPN 23, SMPN 3, SMPN
22, SMPN 5, SMPN 8, SMP Islam Diponegoro, SMP Batik, SMP Advent, SMP Widya
Wacana 1,, SMP Kalam Kudus, SMP Marsudirini, dan SMP Islam Terpadu Nur Hidayah.
Kepala Dinas
Pendidikan Solo telah menginformasi kebenaran adanya simulasi pembelajaran
tatap muka. Hal ini merupakan sebuah langkah kuda-kuda untuk menyambut bulan
Juli sesuai dengan ketetapan Kemdikbud untuk melaksanakan pembelajaran tatap
muka. “Juli nanti kemungkinan PTM sudah bisa mulai. Untuk Solo, pada Maret ini
akan mulai simulasi PTM juga sebagai persiapan agar tidak kaget. Kami
laksanakan secara terbatas dan bertahap,” ujar Etty, Selasa (2/3/2021).
Simulasi ini
merupakan bukan pertama kali bagi Solo, sebelumnya telah berlangsung yang ikut
sebagai peserta yakni SMPN 4, SMP Al Azhar Syifa Budi, dan MTsN 1. Etty
mengingatkan kepada sekolah untuk menyiapkan prosedur dan izin orang tua wali
untuk mengikuti simulasi. Simulasi PTM nanti tentu harus seizin orang tua.
Kalau mereka tidak menghendaki anak mereka ikut PTM, tidak masalah. Prosedur PTM seperti yang ada di simulasi sebelumnya,” imbuh Etty.
Nantinya
simulasi akan berlangsung menjadi beberapa gelombang. Nantinya untuk pertama,
PTM akan dilaksanakan terlebih dahulu untuk siswa kelas IX. “Apakah mau masuk
separuhnya dahulu atau sistem lainnya, nanti bahas supaya matang,” lanjutnya.
Rencana pengadaan Simulasi PTM ini mundur dari jadwal seharusnya pada pekan
ini.Hal ini menjadi menundaan melihat adanya perpanjangan PPKM Mikro di Solo.
“Perpanjangan
PPKM kan selesai 8 Maret, Kalau tidak ada perpanjangan lagi ya setelahnya bisa
kami adakan PTM,” imbuh Etty. Kepala Sekolah SMPN 7, Siti Latifah menyampaikan
siap untuk menyelenggarakan PTM, namun jika standart mengacu pada SMPN 4 maka
butuh penyesuaian. “Sebenarnya sekolah kami sudah siap sejak simulasi dulu November 2020, tapi kemudian tidak jadi karena yang simulasi hanya tiga
sekolah. Jadi kalau untuk PTM Maret nanti kami sudah siap,” ujarnya.
Siti mengatakan
sekolahnya berbeda dengan SMPN 4 dalam pengadaan alat cuci tangan. Tapi intinya
para siswa sudah cuci tangan di jalur masuk area sekolah. Kabar ini juga
menjadi dukungan dari orang tua wali kelas IX yang akan mengadakan simulasi PTM
dengan sepengetahuan wali telah menyetujui adanya PTM. (EKO/HERKY)
